Cara Penyakit Kulit Herpes Mempengaruhi Tubuh

Bagaimana Penyakit Kulit Herpes Dapat Mempengaruhi Tubuh?

Cara Penyakit Kulit Herpes Mempengaruhi TubuhBeberapa dari mereka yang terinfeksi herpes mengalami gejala yang membuat kondisi tubuh mereka melemah, sedangkan yang lainnya bisa sama sekali tidak menyadari bahwa mereka telah terkena wabah herpes.
The American Health Association melaporkan bahwa sekitar 20% dari orang dewasa di Amerika Serikat menderita herpes genital, akan tetapi, menurut The Centers for Disease Control, mayoritas orang-orang ini tidak menyadari nya.
Menyadari/mengetahui bagaimana herpes mempengaruhi tubuh dapat membantu pasien menghindari kegiatan yang dapat menularkan virus ke kekasih atau orang lain, perilaku yang dapat meningkatkan keparahan gejala dan bahkan mengancam kehidupan anak-anak mereka yang belum lahir.

Baca Juga : Cara Mendiagnosis Penyakit Kulit Herpes

Infeksi laten
Virus herpes adalah infeksi laten, yang berarti bahwa mereka dimulai dengan gejala yang relatif intens atau berat ketika pertama kali terjangkit dan kemudian pergi ke dalam keadaan hibernasi.
Selama periode hibernasi, virus herpes berada di sistem saraf orang yang terinfeksi di dasar tulang belakang mereka. Dalam beberapa saat, keadaan hibernasi tampaknya menjadi permanen dan pasien ini tidak pernah lagi mengalami gejala-gejalanya.
Bagi orang lain keadaan hibernasi berlangsung sementara dan intermiten. Orang-orang di kelompok kedua ini mungkin akan mengalami wabah yang tidak bertahan lama dan berulang terus dan akan kembali berulang-ulang selama bertahun-tahun. Seiring berlalunya tahun, kebanyakan orang dengan wabah herpes akan mengalami gejala yang lebih sedikit.

Infeksi primer
Ahli herpes dan penulis buku “The Good News Tentang Bad News herpes” Terri Warren, RN, NP menyatakan bahwa berbagai gejala yang mungkin muncul selama infeksi herpes genital primer, bisa muncul dengan tanda-tanda yang jelas atau tidak muncul/tidak terlihat sama sekali.
Gejala-gejala yang dimaksud diantaranya termasuk ketidaknyamanan saat buang air kecil, keputihan, lepuh gatal, sakit, atau bisa pecah terbuka, kelenjar bengkak, nyeri kepala dan otot, suhu tubuh tinggi dan gejala seperti flu lainnya.

Wabah berulang
Wabah berulang mungkin termasuk salah satu gejala yang mungkin terjadi selama episode utama, meskipun gejala cenderung kurang parah saat kambuh. The American Health Association memperingatkan bahwa wabah berulang lebih mungkin terjadi ketika penderita herpes mengalami stres, sakit, kurang tidur dan menderita gizi buruk.

Transmisi seksual
Herpes keluar dari hibernasi nya saat virus yang berada di sepanjang jalan saraf terinfeksi. Mungkin tidak ada gejala yang terlihat ketika hal ini terjadi. Saat ini terjadi, setiap daerah kulit yang dilaayani oleh sel saraf menjadi mampu menularkan virus melalui kontak dengan kulit orang lain.

Kehamilan
Warren menyatakan bahwa 25% sampai 33% dari orang dewasa yang sedang hamil memiliki herpes, namun hampir 90% tidak menyadari fakta ini. Warren mencatat bahwa sangat jarang untuk bayi untuk tertular herpes dari ibunya saat ia berada di dalam rahim, tetapi beberapa bayi yang memperoleh herpes dari ibu mereka selama persalinan.
Bayi-bayi ini menjadi sangat sakit dan kadang-kadang mengalami kematian. Transmisi seperti ini terjadi ketika herpes seorang ibu keluar dari hibernasi dan bayinya menyentuh area kulit ibu yang dilayani oleh satu sel saraf yang terinfeksi.

Cara Mendiagnosis Herpes Zoster

Bagaimana Herpes Zoster Didiagnosis?

Gejala Herpes Zoster
gejala herpes zosterSalah satu cara yang paling umum digunakan untuk mendiagnosis herpes zoster adalah dengan mencari gejala yang cukup unik. Herpes zoster biasanya dimulai dengan adanya rasa seperti terbakar yang sangat berat atau nyeri kesemuta yang terjadi hanya pada satu sisi tubuh atau wajah.
Setelah rasa sakit dimulai, kemudian akan muncul ruam pada bagian tubuh yang terkena herpes. Ruam ini kemudian berkembang menjadi lepuh kecil. Lepuh kemudian menetap dan membentuk luka terbuka kecil (juga dikenal sebagai ulkus kulit). Continue reading

Jenis – Jenis Ayam Hias Ayam Yungkilok Dan Keistimewaannya

AYAM YUNGKILOK
Di Museum Biologi Edinburgh, Inggris terdapat salah satu jenis ayam dari daerah Sumatra Barat, didatangkan kira-kira sebelum abad 18. Mengapa sampai mendapat tempat di dalam museum terkenal tersebut?

Untitled-1Tentu saja karena ayam Yungkilok mempunyai keistimewaan. Ciri utamanya adalah memiliki suara kokok batindik serta penampilan yang tidak dimiliki oleh jenis ayar manapun di dunia ini.

Oleh karena itu layak kalau menjadi suatu kebanggaan tersendiri bagi Indonesia, khususnya masyarakat Kecamatan Payung Sekaki, Solok, Padang, Sumatra Barat.

Seharusnya rasa bangga ini dapat berlanjut, tetapi justru di akhir abad ke-20 ini ternyata sudah sulit sekali mendapatkan jenis ayam Yungkilok asli batindik 9 keatas.

Keberadaan ayam Yungkilok asli sudah puluhan tahun terdesak oleh kehadiran ayam bangkok dan ayam ras unggul lain yang dinilai oleh masyarakat dapat memberikan keuntungan lebih baik.

Keadaan tersebut tentu saja perlu diprihatinkan, kalau dibiarkan berlarut-larut niscaya ayam Yungkilok asli dengan cepat pasti akan punah.

Walaupun usaha pelestarian telah diupayakan oleh segelintir penggemar ayam hias seperti bapak Ilyas Murad, namun bila kurang mendapat dukungan dari masyarakat luas pasti tidak akan berhasil dengan baik.

Demikian pula perhatian instansi yang terkait sangat diharapkan dalam menggerakkan masyarakat agar mau menoleh kembali kepada ayam Yungkilok.

Salah satu sarana memacu kembali semangat masyarakat antara lain dengan diadakannya lomba suara kokok batindik ayam Yungkilok, baik tingkat daerah maupun propinsi.

Adapun ayam Yungkilok terbagi atas 3 golongan berdasarkan penampilan fisiknya, yakni:

  1. Ayam Yungkilok gadang
  2. Ayam Ratiah
  3. Ayam Batu

Sedangkan untuk penggolongan nama ayam yang mempunyai ciri-ciri khusus, antara lain adalah:

  1. Ayam Bangkeh
  2. Ayam Kinantan
  3. Ayam Gombak buak siburantak

Kemudian masih ada lagi nama-nama pokok berdasarkan ciri warna bulunya, seperti:

  1. Biring
  2. Jalak
  3. Kanso
  4. Kurik
  5. Pileh
  6. Putih
  7. Tadung

Di antara ke-5 nama pokok tersebut, masih ada lagi kombinasi warna bulu, yakni:
a. Biring jalak
b. Biring kuning
c. Biring pileh
d. Biring tadung

2. Jalak tadung
a. Kurik bareh randang
b. Kurik jalak
c. Kurik pileh
d. Kurik tadung

4. Pileh tadung
a.  Tadung anjani
b. Tadung sipatung hutan

Pada saat ini di daerah Sumatra Barat sudah sulit sekali didapatkan ayam Biring kuning, Tadung sipatung hutan dan Bangkeh. Apalagi ayam Kinantan, mungkin bagi generasi muda tinggallah suatu dongeng belaka.

Ciri-ciri ayam Yungkilok gadang.

1. Pejantan:

  • Berat rata-rata lebih dari 2 kg, tinggi dan ramping.
  • Kepala oval memanjang.
  • Jengger berukuran sedang. bergerigi dan berwarna merah.
  • Letak mata agak tersembunyi dengan pandangan tajam tak kenal takut, warnanya ada yang putih, kuning. merah atau hitam.
  • Pial sepasang, berukuran besar. warnanya merah darah.
  • Cuping telinga kecil berwarna merah segar.
  • Paruh panjang dan hampir lurus, warnanya ada yang putih, kuning kemerah-merahan, hitam atau putih bergaris hitam.
  • Leher berukuran sedang kelihatan kokoh menyangga kepala.
  • Badan padat berisi, bila bcrdiri tegak membentuk sudut 60° memberikan kesan atletis.
  • Kaki cukup panjang. kokoh dan kekar, sisik teratur rapi warnanya ada yang putih, kuning, merah dan hitam.
  • Jari-jari kakinya panjang, kuat sekali untuk mencengkeram.
  • Kuku-kukunya runcing dan ujungnya melengkung.
  • Telapak kakinya berjaringan halus, warnanya ada yang putih kuning dan abu-abu.
  • Tajinya kecil, panjang dan runcing sekali, kebanyakan lurus dan sewarna kakinya.
  • Warna bulunya ada yang hanya satu macam, yakni putih, merah, ku­ning atau hitam saja. Ada pula yang lebih dari dua warna dan warna-warna kombinasinya, namun bagi pejantan unsur warna hitam lebih dominan. Bulu hias pada leher, punggung dan pinggang juga bermacam-macam warna.
  • Suara kokoknya panjang sekali dan berirama. Oleh masyarakat setempat dinamakan kokok batindik atau balenggek.

2. Betina:

  • Berat rata-rata berkisar 1,6 kg. Badan kelihatan agak tambun karena bulunya yang sangat tebal.
  • Bentuk kepala oval memanjang dan ditumbuhi bulu-bulu kecil lembut.
  • Letak matanya agak tersembunyi, tajam dan jernih, warnanya ada yang putih, kuning, merah atau hitam.
  • Paruhnya panjang dan agak lebar, warnanya ada yang putih, kuning, merah, hitam maupun putih bergaris hitam.
  • Leher berukuran sedang dengan tembolok besar menonjol.
  • Bulu badannya lebat, ada yang hanya terdiri dari satu macam warna saja yakni putih, kuning, merah maupun hitam, ada pula warna-warna kombinasi maupun campuran dari warna-warna tersebut.
  • Kaki berukuran agak panjang, sangat kokoh menyangga tubuhnya yang tambun, sisik kaki teratur rapi dengan warna putih, kuning, me­rah atau hitam.
  • Jari-jari kakinya kuat sekali untuk mencengkeram dahan.
  • Kuku-kukunya runcing dan panjang, merupakan senjata untuk mengkais-kais tanah dan akar-akar.
  • Telapak kakinya berjaringan halus dengan warna abu-abu, hitam, putih kemerah-merahan ataupun kuning.
  • Bertelur paling banyak 16 butir per periode, namun daya tetasnya cukup tinggi.

3. Telur:

  • Berukuran sedang dengan bentuk oval sempurna.
  • Warnanya ada yang putih opaque, ada juga yang putih kecoklat-coklatan.
  • Setelah 21 hari dierami induknya, akan menetas dengan bulu kapas warna kuning pucat belang hitam atau coklat.

Baca juga: Ciri Fisik Ayam Cemani Kedu

Perbedaan Ayam Cemani Kedu Dengan Ayam Cemani Asli

AYAM CEMANI KEDU ( AYAM UNIK DENGAN WARNA HITAM YANG KHAS)
Jenis ayam hitam yang ada sekarang ini kemungkinan adalah anak keturunan ayam cemani yang telah kawin silang dengan Ayam Cemani Kedu hitam. Oleh karena itu ada istilah ayam Kedu cemani, karena dari jenis ayam Kedu hitam kadangkala muncul kelainan; maksudnya telah terjadi penyimpangan dari ciri-ciri pokok ayam Kedu hitam.

Perbedaan Ayam Cemani Kedu Dengan Ayam Cemani AsliJustru penyimpangan ini sangat diharapkan oleh para peternak ayam cemani kedu hitam, karena hasil penyimpangan tersebut dapat berharga sangat mahal, dan inilah yang disebut ayam Kedu cemani. Ternyata ayam Kedu cemani mempunyai ciri-ciri yang hampir sama dengan ciri-ciri ayam cemani asli.

Baca juga : Mengenal Lebih Lengkap Ciri Fisik Ayam Kalkun

Ciri-ciri Ayam Cemani Kedu  :

1. Ayam Kedu Pejantan

  • Berat rata-rata 2,5 kg.
  • Kepala berukuran sedang berbentuk oval.
  • Jengger tunggal berbentuk bilah, tebal, ukurannya termasuk besar, bergerigi besar-besar dan berwarna hitam kusam.
  • Pial besar sepasang menggantung di bawah kedua rahang berwarna hitam sedikit kemerah-merahan.
  • Cuping telinga berukuran besar, warnanya hitam kusam.
  • Paruh berwarna hitam dengan sedikit warna abu-abu pada ujungnya.
  • Lidah, langit-langit dan kerongkongan berwarna abu-abu kehitam-hitaman.
  • Mata besar bersinar, berwarna hitam.
  • Kulit dan telapak kaki warnanya hitam kusam.
  • Nadi, kloaka, kaki dengan sisik teratur rapi, jari-jari kaki, taji, dan kuku berwarna hitam.
  • Daging dan tulangnya pun berwarna hitam.
  • Darah merah kehitam-hitaman.
  • Posisi badan sewaktu berdiri tegak membentuk sudut 60°.
  • Bulu hias pada leher dan punggung kecil-kecil panjang berwarna hitam, tapi setelah tua akan menjadi merah darah atau kuning kemerah-merahan.
  • Bulu ekor pokok besar-besar panjang membuat lengkungan besar tetapi tidak sampai menyentuh tanah.
  • Bulu pantat dan pada paha agak mengembang (mekrok: Jw) berwarna hitam keabu-abuan.

2. Ayam Kedi Betina

  • Sedikit perbedaan dengan pejantan terletak pada jengger kecil. tipis dan lemas berwarna hitam kusam.
  • Pial berukuran kecil, warnanya juga hitam kusam.
  • Kelihatan lebih tambun dengan berat badan sekitar 1,5 kg; bila berdiri tegak berkesar sedikit datar.
  • Bulu ekor menyempit pada ujungnya.
  • Antara badan dan sayap sedikit berongga.
  • Bulu badan sebelah bawah dan paha berwarna hitam abu-abu dan agak mengembang (mekrok: Jw).
  • Paruhnya berwarna hitam dengan ujung abu-abu.
  • Lidah, langit-langit, berwarna abu-abu kehitam-hitaman.
  • Matanya besar, bundar, berwarna hitam.
  • Kulit dan telapak kakinya berwarna hitam kusam.
  • Nadi, daging dan kloakanya pun berwarna hitam.
  • Kaki bersisik kecil-kecil teratur rapi dan jari-jari kakinya berwarna hitam kehijau-hijauan.
  • Tulangnya berwarna hitam mengkilap.
  • Kuku-kukunya berwarna hitam, besar-besar dan melengkung kuat.
  • Darahnya berwarna merah kehitam-hitaman.
  • Mulai bertelur setelah berumur 4 bulan, rata-rata 30 butir per periode.

3. Telur Ayam Cemani Kedu

  • Berukuran besar berbentuk oval dan warnanya putih kemerah-merahan atau putih kecoklat-coklatan.
  • Setelah 21 hari dierami induknya, menetas dengan bulu berwarna hitam keabu-abuan.
  • Paruh dan kukunya berwarna hitam dengan ujung berwarna putih atau abu-abu kekuning-kuningan.

Sebenarnya, dalam membudidayakan ayam cemani kedu sangatlah mudah, tidak jauh beda dengan budidaya ayam-ayam lainnya. Untuk menetaskan telur ayam cemani kedu bisa delakukan dengan alat bantu penetasan seperti mesin penetas telur.

Dengan menggunakan mesin tersebut Anda bisa menetaskan telur dalam jumlah banyak sekaligus. Jika Anda ingin mendapatkan mesin penetas telur berkualitas dengan harga yang terjangkau, Anda bisa mendapatkannya hanya di  “jual mesin tetas otomatis“. Terima kasih

Mengenal Ayam Kalkun dan Ciri Fisiknya

ayam kalkun hias AYAM KALKUN
Pada zaman dahulu jenis ini lebih dikenal dengan nama ayam Belanda, karena kemungkinan besar masuknya ke Indonesia dibawa para pedagang dari ropa dan terutama dikonsumsi oleh kalangan atas, yakni bangsa Belanda.

Dalam kelas ayam, kalkun termasuk yang bertubuh paling besar. Dengan bentuknya yang melebihi ukuran ayam pada umumnya, maka lebih tepat bila kalkun dipelihara lepas pada halaman yang cukup luas.

Kalkun mempunyai pembawaan yang tenang dan tidak banyak tingkah bila dilepas bebas, tetapi akan berbalik menjadi liar bila dimasukkan kandang sempit, karena gerakannya akan sangat terbatas sehingga sering mengalami stres berat, bulu rontok atau rusak, dan luka yang tidak cepat sembuh.

Kandang yang sempit juga mendorong kalkun untuk setiap saat makan dan kalau ransumnya habis lalu memakan seadanya. Hal ini sangat berbahaya karena nkan menimbulkan berbagai macam penyakit. Penyakit ringan yang biasa menyerang kalkun adalah sakit tembolok, pilek dan sesak napas. Lebih parah lagi bila kalkun menderita penyakit kepala hitam akibat serangan protozoa yang berkembang biak di dalam kandang sempit serta kurang sinar matahari.

Biasanya ayam kalkun dipelihara hanya sampai usia dewasa, karena pada umur 6,5 bulan berat rata-rata pejantan 11,5 kg dan pada umur 5 bulan berat rata-rata betina berkisar 9 kg, kandungan protein dan lemak sedang pada puncaknya. Semakin tua, dagingya menjadi kurang lezat untuk disantap, kecuali bila tujuannya sebagai penghias taman atau untuk diternakkan.

Ciri-ciri ayam Kalkun,

  1. Pejantan:
  • Kepala berukuran besar, tidak ditumbuhi bulu sedikit pun melainkan dilindungi oieh kulit tebal berlipat-lipat berwarna merah berbercak-bercak putih dan kebiru-biruan.
  • Mata berwarna merah kehitam-hitaman, letaknya agak tersembunyi oleh lapisan kulit yang berkerut-kerut.
  • Paruhnya berwarna kuning dengan pangkal hitam, bentuknya besar dan panjang, kuat dan tajam sehingga dapat memutuskan jari-jari kita; tidak akan tampak dari depan, karena tertutup oleh lapisan lemak dan kulit yang tumbuh di depan hidung, yang semakin tua akan semakin panjang menjuntai.
  • Pial tunggal, berwarna merah belang putih atau kebiru-biruan, dapat memanjang hingga menutup tembolok.
  • Leher berukuran sedang, kokoh menyangga berat kepalanya.
  • Warna bulunya ada yang putih bersih, perak, tembaga atau lurik. Jarang sekali ditemukan kalkun berwarna dasar ungu.
  • Kaki panjang dan besar dengan sisik besar-besar tumbuh teratur rapi, ada yang berwarna kuning jerami, abu-abu atau merah jambu.
  • Jari-jari kaki panjang dan kuat sekali.
  • Kuku runcing dan memanjang, merupakan senjata andalan, bahkan rumput pun akan habis dibabatnya.
  • Telapak kakinya halus, kebanyakan berwarna merah jambu.
  • Umur yang paling baik untuk dikawinkan setelah lebih dari 1,5 tahun.
  • Kalkun jantan dapat mencapai berat 22,5 kg pada umur 5 tahun.
  • Tidak bisa berkokok seperti ayam pada umumnya, hanya mengeluarkan suara seperti trombone.

2. Betina:

  • Kepala berukuran besar, tak berbulu, dilindungi lapisan kulit tebal yang berlipat-lipat, berwarna merah berbintik-bintik putih.
  • Paruhnya besar, lebar dan panjang, berwarna kuning jerami dengan pangkalnya berwarna hitam kusam. Dari depan paruhnya tidak akan kelihatan, karena tertutup oleh lapisan lemak dan kulit yang menjuntai dari bawah hidung.
  • Pial tunggal, panjang, menggantung, berwarna merah darah berbercak-bercak putih kebiru-biruan.
  • Berbulu putih, dengan helaian besar dan kaku. Ada juga yang berwarna lurik, tembaga dan perak. Warna abu-abu sangat jarang terdapat pada induk betina.
  • Kakinya berukuran besar dan panjang, bersisik besar teratur rapat, warna kuning, kuning jerami, merah jambu maupun abu-abu hitam.
  • Jari-jari kaki panjang dan kuat sekali, warnanya kuning pucat atau abu-abu.
  • Kuku-kukunya runcing dan tajam, biasanya untuk mengais makanan di dalam tanah.
  • Setelah berumur 7 bulan mulai bertelur, tetapi tidak banyak, maksimal hanya 12 butir per periode.

3. Telur:

  • Berukuran besar, berbentuk oval sempuma, warnanya putih kemerah-merahan.
  • Setelah dierami induknya selama 26 hari akan menetas dengan bulu kapas berwarna kuning pucat dan abu-abu.